Rabu, 13 Agustus 2014

DIABETES OBATI DENGAN DAUN AFRIKA SELATAN

Bagi kebanyakan kita nama Daun Afrika Selatan tentu agak asing. Di Indonesia Daun Afrika Selatan (South Africa Leaf) memang belum terlalu memasyarakat. Hanya golongan tertentu saja yang sudah sangat familiar dengan tanaman ini.
Penamaan Daun Afrika Selatan sendiri juga tidak jelas, mengapa dinamakan demikian dan siapa yang menamakannya. Nama latin Daun Afrika Selatan juga masih belum ditemukan. Belum ada literature atau Jurnal Akademik yang menulis tentang tumbuhan ini.
Di Cina Daun Afrika Selatan ternyata sudah sejak dulu dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman obat yang sangat mujarab. Mereka menyebutnya Nan Fei Shu. Di sebagian daratan Cina ada yang menyebut Nan Hui Ye.  Konon tanaman ini dahulu digunakan oleh kalangan petinggi di lingkungan kekaisaran Cina sebagai obat untuk berbagai penyakit. Sehingga para petinggi pada masa kekaisaran Cina banyak yang menanam Nan Fei Shu di halaman belakang rumah.
Di Asia Tenggara sendiri, terutama di Malaysia dan Singapura, Daun Afrika Selatan sudah banyak sekali digunakan. Sebagian masyarakat Malaysia menyebutnya dengan  "Daun Kupu kupu" (butterfly leave) Kegunaan yang paling menonjol adalah untuk pengobatan diabetes, hipertensi, mengurangi kolesterol jahat, asam urat, pengerasan hati bahkan kanker hati dan pembuangan racun dari tubuh (detoksifikasi). Tetapi sebenarnya masih banyak kegunaan Daun Afrika Selatan ini misalnya untuk  raumatik, susah tidur, kesemutan, demam, pusing kepala, menghilangkan flek flek hitam silinder, infeksi kerongkongan, menghilangkan dahak, melancarkan buang airseni, menguatkan fungsi lambung, batuk, menguatkan fungsi paru-paru dan masih ada beberapa lagi.
Satu catatan yang harus diketahui, bahwa sampai sekarang belum ditemukan laporan dari penelitian akademis tentang Daun Afrika selatan ini. Semua keterangan tentang khasiat Daun Afrika Selatan tersebut hanya berdasarkan kesaksian dan pengalaman. Selain itu beberapa tulisan mengatakan, bahwa konsumsi Daun Afrika Selatan tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil dan selama mengalami menstruasi. Apa alasannya sangat kurang jelas.
Walau demikian, kehadiran Daun Afrika Selatan di Indonesia ditanggapi sangat positiv oleh banyak pecinca herbal. Bahkan beberapa ahli herbal berpendapat, tanaman ini bisa membuka lembaran baru untuk kemajuan dunia herbal kita. Informasi dari pengguna yang masuk pada kami mungkin bisa membenarkan harapan/pendapat tadi. Yang jelas, terutama untuk pederita diabetes, banyak sekali yang cocok dengan herbal ini.

Seperti kita ketahui, sampai saat ini sangat banyak tanaman obat yang biasa dikonsumsi penderita diabetes untuk menurunkan kadar glukosa darah. Kita sebut saja mulai dari sambiloto, brotowali, biji gambas, kunyit putih, mahoni, biji lamtoro, mahkota dewa, sarang semut, daun sukun dan seterusnya. Mungkin tidaklah cukup satu halaman bila semuanya kita sebutkan di sini. Namun penderita diabetes juga mengetahui, bahwa efektifitas herbal-herbal tersebut juga sangat  bervariasi. Setidaknya kecocokan terhadap penderita/pemakai sangat berbeda-beda, yang secara umum cukup rendah. Artinya ada yang betul-betuk cocok dengan biji buah apokat sehingga kadar glukosanya bisa terkontrol dengan baik. Tetapi untuk penderita lainnya,”herbal yang sama” kurang bermanfaat atau bahkan dirasanan tidak membantu sama sekali. Itulah mungkin apa yang diharapkan oleh ahli herbal, bahwa tanaman ini bisa membuka lembaran baru. Karena tingkat kecocokan Daun Afrika Selatan “khususnya untuk diabetes” sangat tinggi.

Tidak sedikit  para pengguna yang menyampaikan kepada kami, bahwa setelah menkonsumsi Daun Afrika Selatan sakit kepala yang selalu datang hampir setiap hari, secara tidak disadari  menjadi tidak muncul lagi. Sehigga yang dahulu mereka selalu menyediakan obat sakit kepala disakunya, sekarang tidak perlu lagi. Sepertinya Daun Afrika Selatan memang mempuyai beberapa khasiat yang belum kita ketahui.

Budidaya Tanaman Daun Afrika Selatan.
Nan Fei Shu - Daun Afrika SelatanDua bulan setelah dipanen tanaman Daun Afrika Selatan sudah tinggi lagi sekitar 1.5m. (Lokasi :Natur Indonesia saat kunjungan TransTV)
Kami mulai mengenal tanaman Daun Afrika Selatan bulan Maret 2009 berupa 3 potong batang bibit daun afrika selatan yang panjangnya masing2 sekitar 30cm. Batang tersebut dibawa oleh relasi kami sebagai oleh-oleh dari Kalimantan. Bibit kami tanam di 3 pot. Tanpa banyak perawatan ternyata tanaman tumbuh dengan sangat baik. Empat bulan kemudian tanaman ini menjadi begitu tinggi besar dan sudah tak layak lagi untuk ditanam di pot yang memang ukurannya cukup kecil. Selanjutnya tanaman kami potong2 pendek menjadi sekitar 35 batang dan kami tancapkan di tepat persemaian. Untuk menjaga agar batang tidak cepat mengering, bagian ujung batang ditutup dengan plastik dan diikat dengan karet.

Batang Daun Afrika SelatanBatang pohon daun afrika selatan untuk pembibitan
 
Biit Daun Afrika SelatanBagian ujung batang ditutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan, sehingga tidak cepat mengering
 

Tempat persemaian kami letakkan di tempat yang cukup teduh tetapi masih terkena sinar matahari. Sekitar 2 minggu batang-batang tersebut sudah bertunas dan berakar dan siap dipindahkan untuk ditanam. Jarak penanaman satu dengan lainnya sekitar 2m.

Persebaian bibit daun afrika selatanTempat persemaian
 
  
Akar dan khasiat daun afrika selatanTunas dan akar sudah mulai tumbuh dan siap untuk dipindahkan

Tanaman Daun Afrika Selatan ternyata mudah sekali tumbuh dan berkembang. Tak terkeculi, semua batang yang kami tanam bisa tumbuh dengan baik. Bahkan bagian paling mudapun (ujung tanaman) bisa tumbuh bagus. Saat ini (Januari 2012) kami sudah mempunyai lebih dari 1.000 tanaman Daun Afrika Selatan.

Yang kami uraikan di atas, semua kami lakukan di Bogor. Bogor termasuk dataran cukup tinggi dengan curah hujan yang tinggi pula. Di Tulungagung kami juga mencoba membudidayakan tanaman ini. Hasilnya pertumbuhannya ternyata sama cepatnya. Sepertinya tanamaqn Daun Afrika Selatan bisa tumbuh dengan baik di semua daerah.

Benih Daun Afrika yang sedang tumbuhTanaman Daun Afrika Selatan baru tumbuh.
 
  
Ditanam BerkelompokBisa ditanam secara berkelompok. Jarak kelompok sekitar 2m satu sma lainnya.


Dari pemantauan yang ada, walaupun tanaman ini bisa dengan cepat mencapai tinggi 5m, sepertinya masih tergolong tanaman perdu. Dengan ketinggian 5m ini diameter batang bagian bawah (pangkal) tidak lebih dari 5cm. Karena itu juga tanaman ini cukup rentan terhadap angin (mudah roboh). Sampai ketinggian 2 s/d 3 meter, biasanya tanaman ini tidak bercabang. Setelah itu tanaman mulai bercabang. Tetapi secara keseluruhan tanaman sudah sulit untuk lebih besar lagi.

Tunas daun afrika selatansatu bulan setelah dipanen. Pertumbuhan tunas baru sangat cepat.

Daun Afrika Selatan juga relatif aman dari hama. Sampai sekarang kami belum pernah menemukan ulat yang menempel pada daun. Ada jenis belalang tertentu yang suka makan Daun Afrika Selatan ini. Itupun hanya sebagian kecil daun yang sempat termakan. Walaupun demikian, tanaman ini tidak benar2 terbebas dari hama. Gangguan yang muncul adalah hama yang membuat daun tanaman menjadi keriting (seperti hama yang biasa menyerang tanaman cabe). Gangguan inipun biasanya hanya menyerang ujung daun yang masih muda. Setelah 2 atau 3 daun terkena, biasanya pertumbuhan selanjutnya sudah kembali normal.

Menanam tumbuhan Daun Afrika Di Rumah.

Bagi penderita diabetes, hipertensi dan lainnya, mempunyai tanaman Daun Afrika Selatan di rumah tentu merupakan kebutuhan sangat penting. Hal ini tidak hanya untuk menjamin ketersediaan herbal yang memang sangat dibutuhkan, tetapi secara perlahan juga menghilangkan ketergantungan dengan pengobatan lain yang mungkin cukup mahal biayanya.

Penanaman tumbuhan Daun Afrika Selatan tergolong sangat mudah. Bisa dikatakan, jauh lebih mudah dibandingkan dengan menanam singkong. Jadi tinggal potong batangnya, ditancapkan dan hidup. Apa lagi bila potongan batang disimpan dahulu di tempat persemaian sampai keluar akarnya. Dalam hal ini harapan tumbuh benar2 mendekati 100%.

Daun Afrika Selatan tidak memerlukan bidang tanah yang luas. Di halaman yang tidak besarpun sudah cukup. Tanaman ini juga bisa ditanam di pot. Namun Daun Afrika Selatan di pot, pertumbuhannya akan lambat. Karena itu diperlukan pot yang ukurannya cukup besar.


Jumat, 06 Juni 2014

ELECTRIC SHOCK TO THE BRAIN CAN HELP STROKE PATIENS' RECOVERY


Stroke patients with brain damage can recover more quickly with the help of small electric currents applied to the head from electrodes on the skull, a study has found.

The tiny electric currents are believed to stimulate the re-growth of nerve connections in the brain that have been lost as a result of oxygen starvation caused by stroke, scientists said.

Tests on a small group of healthy volunteers have shown significant improvements in the sort of brain activity that could also benefit stroke patients, the scientists said.

The research supports the idea that the brain can to some extent repair itself by rewiring and reconnecting itself to bypass damaged areas, according to Professor Heidi Johansen-Berg of Oxford University.
"The brain is far more dynamic than previously thought ... The connecting fibres of the brain change their structure with training,"

Professor Johansen-Berg said. "After stroke, there is widespread subtle damage to connecting fibres, far beyond the stroke itself. However, with repeated practice, patients can increase activity in brain areas that have been disconnected," she told the British Science Festival at Bradford University.

Tests on stroke patients found that playing computer games every day could stimulate the brain to bypass the damaged areas by "recruiting" new connections between nerve cells in undamaged areas. The scientists extended the research by using small electrical currents that are believed to stimulate connections between and re-growth of nerve cells or blood vessels.

The technique involves placing rubber pads on each side of the skull.
Electric currents of around 1 to 2 milliamps are passed from one electrode to the other.

Stroke damage usually affects only part of the brain, which means that other areas attempt to compensate by a "rebalancing" process. "This change in the balance of activity is most common in poorly recovered patients. It is possible that rebalancing the brain might provide a route to better recovery," Professor Johansen-Berg said.

Senin, 07 April 2014

EMOSI YANG SENSITIF



Seperti dijelaskan dibeberapa topik sebelumnya bahwa para penderita Stroke pada umumnya pada situasi depresi dan relatif sensitif perasaannya. Mereka merasa tidak bisa hidup seperti semula dan hidupnya tidak normal. Tidak normal bukan berarti  tidak waras tetapi tidak seperti orang sehat pada umumnya.

                      Penderita stroke ketawa

Bisa saja pada masa sehatnya, penderita adalah orang yang panjang sabar, tidak mudah marah, tidak cengeng, tidak mudah meneteskan air mata. Tetapi sejak terserang stroke characternya berubah 180 derajat.
Hanya masalah kecil dan sepele, bisa meledak melengking suaranya.
Waktu menonton TV pun tidak bisa menahan tidak ngakak dan dalam waktu yg tidak lama berurai air mata melihat tontonan yang sedih.

                             Keseimbangan

Pada saat akan melangkahkan kaki keseimbangannya bisa terganggu jika melihat tayangan TV atau mendengar suara keras tiba tiba. Bahkan bisa mengakibatkan jatuh. mata dan telinga.Demikian juga jika disapa dari arah belakang, penderita stroke pada umumnya kaget/terkejut. Jadi faktor mata dan telinga sangat sensitif terhadap tontonan ataupun suara. Memang faktor keseimbangan ada disekitar telinga dan mata.

Hal ini sangat penting diminta pengertian dari para keluarga agar memperhatikan dan memperlakukan penderita Stroke dengan hati hati dan penuh kasih.

Selasa, 25 Maret 2014

SPASTIK ATAU TEGANG OTOT



Salah satu masalah yang dialami oleh penderita stroke adalah ketegangan otot atau yang dikenal dengan istilah Spastik, yang terjadi ketika timbul emosi atau jika penderita tidak bisa lagi menahan akan buang air kecil. Yang saya alami adalah kaki tegang beberapa saat, sebelum hilang kemudian.

Dua orang dokter di Rumah Sakit yang sama memberi tanggapan yang berbeda beda. Dokter rehabilisasi medik berkata :"Terjadi miss kordinasi antara syaraf otak dengan kaki", katanya. Maksudnya syaraf belum bisa memerintah kaki untuk bergerak.

Dokter memberi resep obat tertentu dengan berkata begini :"Kita coba separo tablet dulu ya", katanya. Karena ada pasien di Rumah Sakit itu yang mengkonsumsinya dengan dampak yang kurang baik yaitu agak lemas setelah memakannya. Saya memutuskan untuk tidak membeli obat tsb, tidak mau jadi kelinci percobaan.

Dokter tusuk jarum bekata :"Spastik belum ditemukan obatnya hingga kini", katanya setelah saya mendapat tusukan jarum mulai dari 30 jarum hingga tersisa 10 jarum dalam 3 bulan.

Penasaran, saya Google dan ketemu sebuah paper ilmiah dari 3 mahasiswa Universitas Sriwijaya Palembang dibawah bimbingan seorang dokter dengan judul "Rehabilitasi Medik pada Spastik" *)

Untuk menembah wawasan dan cara mengatasi spastik. Saya kutip beberapa hal seperti dibawah ini :



Beberapa macam latihan dibawah ini sudah sering dipakai pada pusat-pusat kebugaran dan
 pusat latihan atlit.
Beberapa studi telah dilaporkan berguna untuk dalam penatalaksanaan spastisitas otot. Beberapa modalitas fisik yang telah diperiksa dan mempunyai efek terhadap spastik adalah7 macam:
Shock wave therapy, ultrasound therapy, cryotherapy,thermotherapy, vibration dan stimulasi elektrik.



1. Shock Wave Therapy
Adalah sebuah rangkaian dari pulsasi sonik tunggal yang mempunyai tekanan yang sangat tinggi (100 Mpa), peningkatan tekanan yang cepat (<10µs) dan durasi yang lambat (10µs). Efek dari terapi ini adalah terhadap tulang dan tendon.



2. Terapi ultrasound 
Memiliki efek mekanikal dan termal pada jaringan target yang menyebabkan terjadinya peningkatan metabolism lokal, sirkulasi, jaringan, penghubung yang regang, regenerasi jaringan dengan peningkatan pada sindroma nyeri , bengkak, dan ROM artikular.

Setelah dilihat efeknya terhadap otot, terapi
ultrasound  yang dikombinasikan dengan regangan statis menunjukkan perbaikanyang signifikan pada otot yang bermasalah bila dibandingkan dengan terapi regangan statis.



3. Cryotherapy
Pendinginan otot secara lokal telah dideskripsikan untuk sementara dapat menurunkan spastisitas dan klonus terutama dengan mengurangi sensitivitas muscle spindle terhadap regangan.

Pendinginan lokal dari otot yang spastik sangat bermanfaat dan tidak mahal dan juga bisa dikombinasikan dengan latihan aktif dari otot antagonis dan juga digunakan untuk otot hipertonia dan klonus. Harlaar dkk telah melaporkan suhu yang efektif untuk otot spastik pada manusia setelah pendinginan lokal selam 20 menit adalah -12 derajat C.



4.Thermotherapy
Walaupun efek pendinginan pada spastisitas telah diinvestigasi memiliki efek lebih baik daripada penghangatan superficial. Tetapithermotherapy dapat menurunkan tonus otot, mengurangi spasme otot, dan meningkatkan ambang batas nyeri pada pasien dengan otot hipertonia.

Matsumoto dkk menyatakan
 bahwa amplitudo gelombang F dan rasio M-rensponse secara signifikanmenurunkan spastisitas pada pasien pasca stroke setelah 10 menit mandi air hangat
(41
0 C).


5. Vibrasi
Stimulasi vibrasi juga ditemukan bermanfaat mempunyai efek anti spastik. Noma dkk telah melaporkan efektivitas dari aplikasi langsung dari stimuli vibrasi pada otot spastik ekstremitas atas, lengan bawah, dan lengan atas pasien stroke.

Aktivasi dari aferen pudendal setelah stimulasi vibrasi penile dan mempengaruhi sirkuit neuronal pada lumbar spinal cord 
yang terlibat dalam patofisiologi spastisitas ekstremitas bawah.





6. Stimulasi Elektrik 
Stimulasi saraf elektrik transkutaneus (TENS) yang diterapkan umumnya pada saraf peroneal, dermatom spinal atau region pada otot yang spastik telah dilaporkan dapat mengurangi tonus otot pada pasien stroke, spinal cord injury dan cerebral palsy.TENS yang memiliki anti spastik dihipotesakan berhubungan dengan produksi β-endorfin yang mungkin menurunkan.


7. Terapi Farmakologis1.
Terapi sentral/sistemik. Diindikasikan untuk spastisitas otot generalisata dan regional. Obat sistemik akan menyebabkan relaksasi otot menyeluruh dengan cara menghambat neurotransmiter eksitatorik atau meningkatkan kerja neurotransmiter inhibitorik pada sistem saraf pusat.

Obat sistemik oral mempunyai efek samping menekan sistem saraf pusat yang bermakna (kantuk, dan lain-lain) sehingga meningkatkan risiko jatuh dan fraktur, terutama pada orang tua. Contoh obat yang bekerja sentral : Baclofen, Dantrolen, Tizanidine, Clonidine,Gabapentin.

Baclofen paling sering digunakan, namun banyak efek sampingnya
yaitu infeksi di tempat injeksi, menimbulkan kantuk dan depresi pernapasan, serta gejala putus obat (withdrawal symptom)
yang menyulitkan. Apabila terapi oral gagal baru diberikan secara intratekal.


*)Rehabilitasi Medik pada Spastik 

Oleh: Amelia C Siagian, S.
Dezar anugrah putra, S. Ked
Rifki Yulian, S. Ked


Dosen Pembimbing:

Dr. Ibrahim

DEPARTEMEN REHABILITASI MEDIK FAK KEDOKTERAN UNIV. SRIWIJAYA/RUMAH SAKIT  DR. MOH. HOESIN PALEMBANG 2011